Senin, 09 Oktober 2017

Kode Etik Profesi Akuntansi


Kode merupakan kumpulan peraturan atau kesepakatan suatu organisasi untuk maksud-maksud tertentu. Kode etik merupakan norma atau nilai yang secara tegas berkaitan dengan suatu hal yang benar atau baik maupun yang tidak benar ataupun tidak baik berkaitan dengan ketentuan-ketentuan yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh anggota kelompok tertentu. Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lainnya, yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya.
Etika Profesi Akuntansi yaitu suatu peraturan yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan sebagai Akuntan. Kode etik profesi akuntansi dapat diartikan sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi.
Kode etik profesi akuntansi sangat penting karena untuk mencegah terjadinya kecurangan (fraud). Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah wadah organisasi profesi akuntan Indonesia yang diakui pemerintah. Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) adalah wadah organisasi para akuntan Indonesia yang menjalankan profesi sebagai akuntan publik atau bekerja di kantor akuntan publik. Agar dapat menjadi akuntan yang baik, para akuntan harus mematuhi aturan-aturan dan persyaratan yang dapat mengkualifikasikannya sebagai seorang akuntan yang profesional. Dengan adanya kode etik tersebut, para akuntan tidak hanya diwajibkan memiliki kemampuan hardskill terkait akuntansi. Namun, para akuntan juga dituntut untuk memiliki perilaku yang baik dan bermoral terkait dengan pekerjaan.
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik.

Empat kebutuan dasar yang harus dipenuhi :
1. Kredibilitas
Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
2. Profesionalisme
Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diindentifikasikan oleh pemakai jasa akuntan sebagai profesional dibidang akuntansi.
3. Kualitas Jasa
Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja yang tinggi.
4. Kepercayaan
Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemeberian jasa oleh akuntan
Tujuan dari kode etik profesi akuntansi ini diantaranya adalah :
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
Untuk meningkatkan mutu profesi.
Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
Menentukan baku standar

Prinsip Etika Profesi Menurut IAI.
Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum clan peraturan.
Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggung-jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Adapun, Kode Etik IAI terdiri atas Prinsip Etika Profesi Akuntan, Aturan etika dan Interpretasi aturan etika.

Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)
1. Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
3. Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
4. Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.
Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.
6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.
Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.
7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia (IAI), International Federation of Accountants (IFA), badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.






MENGAPA MEMILIH JURUSAN AKUNTANSI?

Mengapa memilih jurusan akuntansi ? Sebenarnya pertamanya juga saya bingung kenapa saya pilih akuntansi padahal saya tadinya pengen banget kuliah di jurusan sastra Jepang. awalnya pertama kali mengenal akuntansi kelas 2 SMA, dan pada saat kelas 2 SMA inginnya kuliah masuk jurusan akuntansi setelah naik kelas 3 SMA berubah pikiran inginnya masuk sastra jepang karena saya lebih suka menghafal dari pada menghitung angka-angka. Pas saya mengikuti seleksi  SMPTN,SBMPTN dan ujian mandiri saya waktu itu memilih 2 jurusan, jurusan pertama saya memilih sastra jepang dan pilihan keduanya saya bingung mau milih jurusan apa akhirnya papa saya menyaranin pilih akuntansi. Setelah hasil pengumuman SNMPTN, SBMPTN dan ujian mandiri saya tidak lolos, saya akhirnya milih PTS di Gunadarma awalnya bingung mau masuk jurusan apa disana. Pas saya daftar dan nanya-nanya jurusan di Gundarma. Di Gunadarma kuota yang masih tersisa hanya jurusan akuntansi dan akhirnya saya milih akuntansi juga.. 
Alasan yang lainnya adalah karena mahasiswa/i jurusan akuntansi ketika mereka lulus prospek kerja yang akan ditawarkan kepada mereka bukan hanya sebagai akuntan saja melainkan mereka pun bisa menjadi financial analyst, auditor, credit analyst dan akuntan pun ada macamnya ada akuntan publik, akuntan di bidang industri, dan pekerjaan lainnya.






Jika setelah lulus apakah berminat menjadi auditor ?
Untuk saat ini belum berminat. Karena, untuk menjadi auditor tidaklah mudah, saya harus benar-benar memahami ilmu akuntansi. Harus teliti dalam menilai laporan-laporan keuangan, agar kesalahan-kesalahan dapat ditemukan.

Jumat, 21 April 2017

Bahasa inggris bisnis 2 Part 2

Dialog Adjective Clause


Monic : “good afternoon Valen!”
Valen : “good afternoon Monic! How are you?”
Monic : “Fine, thank you. And you?”
Valen : “I’m fine too Monic”
Monic : “Pretty good, Valen. How did your date go last night?”
Valen : “Oh! That was so fun! We went to cinema where we met for the first time.”
Monic : “So sweet, dear. So, you went to Cibinong City Mall last night, right?
Valen : “Yes! Sure, we watched pirates movie which it’s our favorite movie.”
Monic : “Oh my god, I’d love that genre too.”
Valen : “Really? Next time we will go out together to watch that movie.”
Monic : “Sure. By the way, what character do you like?”
Valen : “Jack Sparrow, which is handsome and full of trick is my favorite pirate. And what character you like, Monic?”
Monic : “I love Will Turner, he is very handsome”
Valen : “I’m absolutely agree with you.”
Monic : “Val, do you want go to cafeteria with me?”
Valen : “Yes, I do. I’m little bit hungry right now. Maybe I need snack”
Monic : “Ok, let’s go to cafeteria”
Valen : “Wait a minute, Monic. I must be finished my task before. Would you like to accompany me?”
Monic : “Yes, I would. Come on Val”
*a few minutes later*
Valen : “thank you for waiting me, now let’s go to the cafeteria.”
Monic : “ok, orange juice I’m comiiing.”

Kamis, 23 Maret 2017

Bahasa Inggris Bisnis 2

NAMA ANGGOTA :
1.     ADELLA PUTRI UTAMI                       ( 20214208 )
2.     NOVITA ANGGRAENY              ( 28214079 )
3.     VINNY ASTERIA                          ( 2C214076 )


KELAS          : 3EB07
JURUSAN    : AKUNTANSI



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
ATA 2016/2017






ADJECTIVE CLAUSE
Adjective clause adalah grammar yang terdiri dari dua kata, yaitu adjective dan clause. Adjective berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti benda). Sedangkan clause adalah kumpulan dua kata atau lebih yang memiliki subjek tapi belum sempurna sehingga belum bisa dikatakan kalimat. Adjective adalah menggambarkan atau memberikan keterangan tentang kata benda. Pada umumnya letak Adjective didepan kata benda. Adjective Clause juga menggambarkan atau memberikan keterangan tentang kata benda seperti Adjective. Letak Adjective Clause ada dibelakang kata benda yang diterangkan.
Adjective clause adalah dependent clause (susunan kata yang belum dapat dikatakan sebagai kalimat karena maknanya masih mengambang) yang difungsikan sebagai adjective (kata sifat) untuk menjelaskan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti). Untuk menghubungkan antara adjective dan noun atau pronoun yang dijelaskan, lalu diperlukan sebuah relative adverb ( why, where,or when, ) atau relative pronoun (whom,which, whose, that, or who).
Jadi yang dimaksud dengan adjective clause adalah kumpulan dua kata atau lebih (yang mengandung subjek dan verb) yang berfungsi sebagai kata sifat (adjective). Perhatikan contoh di bawah ini:
·         The girl who looks happy is cooking a fried rice (Gadis yang terlihat senang itu, sedang memasak nasi goreng).
Klausa: Who looks happy berupa subjek dan verb yang bertugas sebagai kata sifat yang menjelaskan “The girl”.

1.     Fungsi Adjective Clause
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa adjective clause berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang menjelaskan sebuah kata benda sehingga membuat sebuah kata benda yang umum menjadi lebih spesifik atau lebih khusus. Misal contoh diatas, jika kita tidak memberi adjective clause pada kalimat “the girl is reading a novel” sementara ada dua gadis yang sama-sama membaca novel di tempat yang sama, tentu pendengar akan bingung. Oleh karena itu harus lebih diperjelas, mana gadis yang dimaksud oleh pembicara dengan memberikan adjective clause.
Ada beberapa fungsi Adjective Clause yaitu:
a)     Sebagai Subject
Penggunaan Adjective Clause sebagai subjek kata yang dipakai yaitu: who, that, dan which.
Contoh: The Rainbow candy, That was made of sugar( permen pelangi, permen yang terbuat dari gula).
b)     Sebagai Object
Penggunaan Adjective Clause sebagai object kata yang dipakai yaitu: whom, that, which, dan who.
Contoh: That is bag, which I want to buy (tas itu,  tas yang ingin aku beli).
c)      Possessive
Penggunaan Adjective Clause sebagai Possessive kata yang dipakai yaitu: whose.
Whose adalah relative pronoun yang digunakan untuk menjelaskan kepemilikan dari sebuah subject kalimat.
Contoh: I know the girl whose bicycle was new. (saya tahu perempuan yang sepedanya baru)

2.     Rumus Adjective Clause
Complex Sentence:
Independent Clause + Adjective Clause
Adjective Clause:
Relative Pronoun  (whom,which, whose, that, or who) +/- S*+V

Adjective clause bisa berupa relative pronoun maupun relative adverb:
1.       Relative Pronoun
Relative pronoun adalah klausa yang diawali dengan who, whom, which, whose, that yang berfungsi untuk menjelaskan atau menggambarkan sebuah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti benda).
Contoh:
a.       Who
Adalah relative pronoun yang paling sering digunakan dalam percakapan berbahasa inggris. Who digunakan untuk menjelaskan orang sebagai subject.
Contoh : The girl who looks sad is working in the mall. (Perempuan yang terlihat sedih itu bekerja di mall)
b. whom
            Adalah relative pronoun yang sering sulit dibedakan penggunaannya dengan who. Perbedaan yang mendasar antara dua relative pronoun ini adalah whom digunakan untuk menjelaskan orang namun sebagai objek.
Contoh : The man whom you saw last week is my husband. (pria yang kamu lihat minggu kemarin adalah suami saya)
c. whose
Adalah relative pronoun yang digunakan untuk menjelaskan kepemilikan dari sebuah subjek kalimat.
Contoh : The woman, whose car is alphard, works as headmaster. (wanita yang mobilnya alphard bekerja sebagai kepala sekolah)
d. which
Adalah relative pronoun yang digunakan untuk menjelaskan noun atau pronoun yang tidak akan mengubah arti dari sebuah kalimat meskipun tidak dijelaskan.
Contoh : Ruby, which is very sweet and cute, is my rabbit. (Ruby, yang sangat manis dan imut itu adalah kelinciku)
e. that
Adalah relative pronoun yang digunakan untuk menjelaskan noun atau pronoun namun berbeda dengan which, that akan mengubah arti dari kalimat jika tidak dijelaskan.
Contoh : I like soft drink that have not contains soda. (saya suka minuman ringan yang tidak mengandung soda)

2.      Relative Adverb.
Sementara itu, relative adverb adalah klausa yang diawali dengan kata where, when dan why yang juga berfungsi untuk menjelaskan atau menggambarkan kata benda (noun).
Contoh:
a.       where
Adalah relative adverb yang digunakan untuk menjelaskan suatu tempat.
Contoh : The house where she lives is very big. (rumah tempat dimana ia tinggal adalah rumah yang sangat besar)

b.      when
Adalah relative adverb yang digunakan untuk menjelaskan waktu.
Contoh : I will never forget the day when I saw you for the first time. (saya tidak akan melupakan hari saat saya melihatmu untuk pertama kali)








SUMBER:
www.bigbanktheories.com


Rabu, 28 Desember 2016


Need soon: Accounting Staff, senior accounting needs. requirements: male / female, minimum S1 Accounting, maximum age 27 years, placement in the city of Jakarta, at least 3 years. Provided to employees by the application + CV shown to PT. SAE, PO BOX 1011, the coral estuary highway no.2B-C, telp.08111771350



Adella Putri Utami
Jl. Raya Bambu Kuning
Bojong Gede,16922
November 10, 2016

I am writing to you in response to you advertisement for a Staff Accounting, which a appeared in the Kompas on thursday, November 10. and I will attach my and I will attach my curriculum vitae below this :
Name                             : Adella Putri Utami
Place / date of birth       : Jakarta, May 20, 1996
Gender                           : Female
Status                             : Not Married
religion                          : Islam
citizenship                     : Indonesia
Height                            : 157 cm
Weight                            : 42 Kg
Address                          : Housing Bambu Kuning Blok J1 14 RT.02 Rw.14 Bojong Gede, Bogor

Career Objective Summary
To develop a career in the accounting field where I can utilize my expertise as the financial statements and overseeing the implementation of financial budget.

Ability
Using the application MYOB, Zahir, Microsoft Excel, Microsoft Word, and Ms. Power Point

Educational background
• SDN Bambu Kuning (2002-2008)
• SMPN 2 Bojong Gede (2008-2011)
• SMA Citra Nusa (2011-2014)
• Gunadarma University (2014- till now)

Language ability
English and Japanese

Thank you for your time and consideration. I look forward to the opportunity to personally discuss why I am particularly suited for this position. Please call me after 5..00 p.m to suggest a time we may meet. I can be reached via telephone number 081510026060 or by email at adellaputri080@gmai.com


Jakarta, November 10, 2016
To = Department Accounting
Jl. Samanhudi No.2B-C
Jakarta Pusat

Dear Sir/Madam
            I am writing to you in response advertisement for a staff accounting, which a appeared in the kompas on Thursday november 10,2016. I am 20 years of age, in a good health condition, still single,  and I can cooperate good. I’m student University Gunadarma force 2014. I can speak good english and  write good english. And other language skill I can speak Japanese. I can using the application MYOB, zahir, Ms.excel, Ms word, Power Point, and also internet.

            I’m really want to work in your office and I hope you give me the opportunity to interview to get know my personality. Thank you for your attention for reading this letter. I looking forward to your reply.

Rabu, 20 April 2016

Aspek Hukum Dalam Ekonomi ( Contok Study Kasus)

TUGAS ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI
CONTOH STUDY KASUS TENTANG HAK PATEN






NAMA KELOMPOK:
ABEATRICE
ADELIA PUTRI UTAMI
ADINDA PERMADA DEVI
ALDI SYALFANI
KELAS : 2EB07


UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2015/2016









“UMKM Didorong Patenkan Produk”

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat untuk mematenkan produknya melalui Hak Atas Kekayaan Intelektual guna menghindari pembajakan.

"Produk UMKM di DIY rawan pembajakan karena tidak memiliki HAKI," kata Kepala Seksi Pusat Pelayanan Usaha Dinas Koperasi dan UKM DIY Sudarso di Yogyakarta, Selasa (23/2).
Dia mengatakan hingga saat ini UKM dan UMKM di DIY yang telah mengantongi hak cipta baru sekitar 600 UMKM, sedangkan jumlah total UMKM mencapai 137 ribu unit usaha. "Kami terus mendorong dan memfasilitasi UMKM dan UKM untuk mendaftarkan produknya, karena ini rawan dengan pembajakan," katanya.

Ia mengatakan sudah terjadi beberapa contoh kasus di mana produk UNKM di DIY dibajak setelah mengadakan pameran di luar negeri. "Sebagian besar produk yang mengalami pembajakan adalah produk kerajinan, makanan, serta garmen. Hal ini tentu saja merugikan para pelaku UMKM di DIY," katanya.
Sudarso meminta semua pelaku usaha agar paham dan mengerti akan arti kepemilikan HAKI. "Kepemilikan HAKI penting sebagai proteksi produk," katanya.
Ia mengatakan prosedur pengurusan HAKI saat ini lebih mudah dan tidak berbelit-belit, karena Kementerian Koperasi dan Kementerian Hukum dan HAM bekerja sama guna memudahkan pelaku UMKM mengurus HAKI.

"Secara massal Kemenkop dan Kemenkum HAM telah menerbitkan sebanyak 2.000 izin HAKI gratis untuk UMKM di Indonesia. Dengan fasilitas yang diberikan pemerintah ini tidak ada lagi alasan bagi pelaku UMKM untuk tidak mengurus HAKI demi proteksi terhadap produk karyanya," katanya.


Menurut tanggapan Kami :

Pada dinas koperasi dan usaha kecil menengah daerah istimewa yogyakarta (DIY) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil , dan menengah (UMKM) untuk mematenkan produknya melalui HAKI (hak atas kekayaan intelektual) agar menghindari pembajakan . karena sudah terjadi beberapa kasus dimana produk UNKM di DIY dibajak setelah mengadakan pameran diluar negeri. Dan alangkah baiknya jika para pelaku usaha tersebut segera mematenkan produk-produk mereka supaya produk-produk dalam negeri ini tetap terjaga dengan baik

 Dan hal ini juga tertera dalam UU Hak Paten Nomor 14 tahun 2001 pasal 6 yang isinya adalah setiap invensi berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan oleh bentuk, konfigurasi, konstruksi, atau komponennya dapat memperoleh perlindungan hukum dalam bentuk paten sederhana. Ataupun UU Hak paten nomor 14 tahun 2001 pasal 25 mengenai konsultan hak kekayaan intelektual.


 

Glory-glory !!! Template by Ipietoon Cute Blog Design